Perbedaan Prokariot Dan Eukariot

I. Learning Objective
1. Apa yang dimaksud dengan sel?
2. Apa perbedaan eukariot dan prokariot?
3. Jelaskan komponen organel penyusun sel?

II. Pembahasan
1. Apa yang dimaksud dengan sel?
Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme. Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel.
Kata "sel" berasal dari kata dalam bahasa Latin "cella", yang artinya adalah "ruang kecil". Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaan antara sebuah sel dan sebuah ruangan kecil.
Setiap sel memiliki kemampuan-kemampuan berikut :

1) Bereproduksi dengan cara membelah diri.
2) Metabolisme, termasuk mengambil bahan baku, memproduksi molekul-molekul berenergi dan melepaskan hasil produksinya. Kinerja sebuah sel tergantung pada kemampuannya untuk mengekstrak dan menggunakan energi kimia yang tersimpan dalam molekul-molekul organik. Energi ini didapatkan dari proses metabolisme.
3) Pembuatan protein-protein, mesin bagi sel-sel tersebut, misalnya enzim. Sebuah sel mamalia rata-rata terdiri dari 10.000 jenis protein yang berbeda.
4) Memberikan respon terhadap rangsangan eksternal dan internal seperti perubahan temperatur, pH atau kandungan nutrisi.
5) Mengatur lalu lintas vesikel (Anonymous 1, 2009).

2. Apa perbedaan eukariot dan prokariot?
A. Sel Prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki selaput inti. Maka materi genetik sel prokariotik tidak dibungkus oleh selaput. Sel prokariotik dibedakan menjadi dua domain yaitu: bakteri dan archaea. Archaea adalah mikroorganisme yang menyerupai bakteri. Archaea dapat ditemui di berbagai habitat, bahkan habitat yang ekstrem. Contoh sel prokariotik adalah: bakteri dan cyanobacteria (Anonymous 2, 2009).
Sel prokariotik mempunyai membran plasma, sitoplasma mengandung ribosom, mesosom, kromator (pigmen) dan materi inti. Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu tidak memiliki mitokondria dan kloroplas. Yang termasuk prokariotik adalah bakteri dan alga biru.
(Anonymous 3, 2009)
B. Sel Eukariotik
Sel eukariotik adalah sel yang memiliki selaput inti. Maka, materi genetiknya tidak tersebar melainkan dibungkus selaput.
Jenis-jenis sel eukariotik meliputi: sel protista, sel hewan, sel tumbuhan, dan sel fungi.
Karena perbedaan antara sel eukariotik dan prokariotik inilah, Carl Woese pada tahun 1990 mengusulkan klasifikasi biologi Sistem Tiga Domain. Sistem ini mengelompokkan makhluk hidup ke dalam tiga domain yaitu Bakteria, Eukarya, dan Archaea.

Perbedaan Sel Prokariot dan Eukariot
No
Perbedaan
Prokariotik
Eukariotik
1
Organisme
Bakteri dan cyanobakteri
Protista, jamur, tumbuhan, hewan
2
Membran inti
Tidak ada
Ada
3
Metabolisme
Anaerobik dan aerobik
Aerobik
4
Susunan kromosom
Sirkular
Linier
5
Ukuran sel
1-10 µm
10-100 µm
6
DNA
Sirkular
Linier
7
Sistem endomembran
Tidak ada
Ada
8
RNA dan protein
RNA dan protein disintesis diruang yang sama
RNA disintesis di inti, protein disitoplasma
9
RNA
Mengandung 4 subunit RNA polymerase
Mengandung banyak subunit RNA polymerase
10
Sitoplasma 
Tidak mengandung sitoskeleton
Ada sitoskeleton
11
Pembelahan sel
Kromosom ditarik dari perlekatan membran plasma
Kromosom ditarik apparatus mitosis (komponen sitoskeleton)
12
Organisasi sel
Umumnya uni seluler
Umumnya multiseluler
                                                                                                                                (Aryulina,2004)
3. Jelaskan komponen organel penyusun sel?
Pada umumnya tiap sel terdiri atas tiga macam komponen utama, yaitu:
1. Membran plasma
  • Merupakan struktur membranosa yg tipis dan membungkus tiap sel.
  • Fungsi: memisahkan isi sel dengan lingkungan luar. Selaput atau penghalang yang bersifat selektif dan permeable. Sarana transport larutan dari dan ke dalam sel
Komponen : 2 lapisan lemak dan 1 lapisan protein. Terlihat banyak protein integral didistribusikan sebagai molekul-molekul bundar yang disisipkan diantara molekul-molekul lipid. Beberapa protein tertanan di lapisan ganda lipid tersebut, sehingga mereka dapat menjulur pada permukaan luar maupun dalam.
Protein yang menyusun membran sel ada 3, yaitu:
a. Protein integral : menembus lapisan lemak
b. Protein periver : di permukaan lapisan lemak dalam atau luar
c. Protein yang terikat lipid membran
2. Nukleus
  • Merupakan komponen paling besar dari sel.
  • Dikelilingi oleh membran berlapis ganda yang berfungsi untuk memisahkan dari bagian-bagian sel lain (pada eukariotik)
  • Di dalam nukleus terdapat DNA, yang berfungsi mengarahkan berbagai sintesis protein (sturktural dan enzimatik) dan sebagai cetak biru genetik selama replikasi sel untuk memastikan bahwa sel menghasilkan sel anak persis seperti induknya.
  • Nukleolus merupakan tempat komponen ribosom disintesis dan dirakit.
  • Fungsi: mengatur aktifitas sel dan menyimpan materi genetik
3. Sitoplasma
  • Merupakan bagian interior sel yang tidak ditempati oleh nukleus.
  • Terdiri atas organel-organel yang tersebar di dalam massa kompleks gel disebut sitosol. Sitosol merupakan massa semi cair yang diikat oleh jaringan protein luas yang disebut sitoskeleton.
  • Sitoskeleton terdiri atas empat komponen penyusunnya, yaitu mikrotubulus, mikrofilamen, filamen intermediet, dan kisi-kisi trabekuler. Dimana keempat komponen sel tersebut berperan dalam menujang bentuk dan aktvitas sel.
  • Organel-organel dalam sitoplasma, meliputi:
a. Retikulum endoplasma, dibagi menjadi dua:
1) Retikulum endoplasma kasar
  • Disebut RE kasar karena ditaburi oleh partikel-partikel kecil sehingga tampak kasar (bergranula), partikel-partikel ini disebut ribosom.
  • RE kasar paling banyak ditemukan di sel-sel yang mengkhususkan diri mensekresikan protein (contoh sel-sel yang mengeluarkan enzim-enzim pencernaan).
  • Fungsi: RE kasar berfungsi terutama sebagai tempat sintesa protein karena terdapat ribosom terikat.
  • 2) Retikulum endoplasma halus
  • Tidak mengandung ribosom, sehingga tidak berperan dalam sintesis protein.
  • RE halus banyak ditemukan di sel-sel yang mengkhususkan diri dalam metabolisme lipid (contoh sel yang menegluarkan hormon steroid)
  • Pada sel hati RE halus mengandung enzim-enzim yang berperan mendetoksifikasi berbagai bahan berbahaya, baik yang dihasilkan di dalam tubuh maupun yang berasal dari luar tubuh.
  • Fungsi: Berfungsi sebagi pusat pengemasan dan pengeluaran molekul-molekul yang akan dipindahkan dari RE aksar menuju ke Kompleks Golgi. Sintesa lipid (fosfolipid dan steroid), metabolisme karbohidrat dan menawarkan racun dan obat.
b. Kompleks Golgi
  • Terdiri dari kantung-kantung gepeng, sedikit melengkung dan terbungkus membran yang bertumppuk-tumpuk membentuk lapisan-lapisan. Kantung-kantung tersebut menggepeng tipis di bagian tengah tetapi di bagian tepinya menggembung.
  • Sel-sel yang khusus mensekresikan protein memiliki lipatan-lipatan atau kantung yang lebih banyak jumlahnya.
  • Produk-produk untuk bagian intrasel dikemas di dalam vesikel berselubung (coated vesicle) dan produk yang akan disekresikan dikemas dalam vesikel sekretorik.
  • Vesikel berselubung dilapisi oleh suatu jalinan protein (klatrin), merupakan protein struktural dan protein aksesori yang berasal dari membran Golgi.
  • Fungsi: mengarahkan lalu lintas molekul. Badan golgi merupakan tempat penerimaan vesikula yang dikirim dari RE. Vesikula diterima oleh muka cis. Dalam golgi terjadi modifikasi dan penyimpanan produk Re yang selanjutnya dikeluarkan melalui muka trans membentuk vesikula yang selanjutnya dilepas ke sitoplasma.
c. Lisosom
  • Merupakan kantong yang terbungkus membran yang mengandung enzim-enzim hidrolitik kuat.
  • Rata-rata tiap sel mempunyai 300 buah lisosom.
  • Bentuk dan ukuran lisosom tergantung dari makanan apa yang mereka cerna.
  • Enzim-enzim hidrolitik umumnya menguraikan bahan-bahan yang ditelan oleh lisosom menjadi asam lemak, glukosa, dan protein.
  • Merupakan kantung terikat yang membran berisi enzim hidrolitik untuk mencerna makromolekul seperti protein, lemak dan asam nukleat.
  • Fungsi: Berfungsi untuk sistem pencernaan intrasel.
d. Peroksisom
  • Serupa dengan lisosom, tetapi mengandung enizim-enzim oksidatif kuat dan sebagian kalatase sel.
  • Enzim oksidatif digunakan untuk melepas ikatan hidrogen yang terdapat dalam suatu molekul, dimana proses ini berfungsi untuk mendetoksifikasi berbagai zat sisa yang dihasilkan di dalam sel atau senyawa asing yang masuk ke dalam sel.
  • Fungsi: Peroksisom berperan dalam detoksifikasi dan terutama menghasilkan H2O2 yang akan kemudian bereaksi dengan dengan enzim hidrogen peroksidase membentuk air.
e. Mitokondria
  • Organel ini mengambil energi dari zat-zat gizi dalam makanan dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk aktifitas sel.
  • Tiap mitokondria dibungkus oleh 2 lapis membran (luar dan dalam). Membran sebelah luar halus, sedangkan membran sebelah dalam membentuk serangkain lipatan ke dalam disebut krista. Dimana di dalam krista ini terdapat cairan yang disebut matriks mitokondria.
  • Fungsi: Merupakan tempat menghasilkan energi untuk keperluan aktivitas sel.
f. Ribosom
  • Terdapat dua jenis ribosm, ribosom yang terikat pada RE kasar dan ribosom bebas.
  • Ribosom adalah partikel kedap elektron, yang tersusun oleh 4 jenis RNA ribosom (rRNA) dan hampir 80 jenis protein yang berbeda.
  • Fungsi: sintesis protein
g. Sitoskeleton
Tersusun atas protein. Berfungsi terutama untuk mempertahankan bentuk sel.
- Mikrofilamen
Tersusun dari filamen aktin. fungsi khusus untuk motilitas sel (pseudopodia), pembentukan alur pembelahan sel, kontraksi otot dan perubahan bentuk sel.
- Mikrotubula
Tersusun dari tubulin dimer α dan β yang tersusun spiral membentuk tabung berongga. Fungsi khusus untuk motilitas (menyusun flagel dan silia), pergerakan kromosom dan pergerakan organel.
- Filamen intermediet
Tersusun dari protein serabut yang membentuk gulungan kabel yang lebih tebal. Fungsi khusus untuk pertautan nukleus dan pembentukan lamina nukleus (Anonymous 4, 2009) (Campbell dkk.2003).
h. Materi genetik
Materi genetik berperan dalam penurunan sifat dan penentuan sifat dari makhluk hidup. Mayoritas materi genetik berada dalam nukleus (Sherwood, 2001).

III. Daftar Pustaka
Anonymous 1, 2009. Pengertian Sel. www.hikmatulimanitb.com. Diakses pada 13 september 2011
Anonymous 2, 2009. Struktur Sel Prokariotik. www. vionaangelina.com. Diakses pada 13 september 2011
Anonymous 3, 2009. Struktur Sel Prokariotik. www.biologysite.com. Diakses pada 13 september 2011.
Anonymous 4, 2009. Animal Cell. www.fig.cox.miami.edu /~cmallery/150/life/animal_cell.jpg. Diakses pada 13 september 2011
Aryulina, Dyah dkk. 2004. Biologi. Esis: Jakarta
Campbell dkk. 2003. Biology jilid 1. Erlangga: Jakarta
Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia. EGC: Jakarta

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© 2009 Diary Veteriner | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan