Unggas Petelur Pedaging Dwiguna

Sebutkan unggas petelur, pedaging, dwiguna meliputi ciri-ciri fisik dan sifatnya?

Unggas secara umum dapat diartikan sebagai ternak bersayap, yang dalam taksonomi zoologinya termasuk golongan kelas Aves. Jenis unggas cukup banyak, di antaranya adalah ayam, itik, kalkun, puyuh, merpati, dan angsa. Secara taksonomi zoology bangsa burung bisa digolongkan sebagai unggas, tetapi sampai saat ini yang tercantum dalam undang-undang pokok kehewanan, bangsa burung masih belum digolongkan ternak unggas. Di dalam undang-undang tersebut bahwa yang dimaksud sebagai unggas adalah ternak bersayap yang sudah lazim di pelihara oleh masyarakat. Tidak menutup kemungkinan bangsa burung masuk dalam jenis unggas karena burung secara taksonomi zoology juga termasuk ke dalam kelas Aves, selain itu burung juga mempunyai ciri-ciri seperti unggas (Anonim, 2009)

Unggas adalah hewan kelas aves yang telah didomestikasikan yang mampu memberikan nilai ekonomis dalam bentuk barang atau jasa untuk kesejahteraan manusia serta perkembangbiakannya dikelola oleh manusia (Riyadi. 2009).

Hewan yang termasuk dalam golongan unggas adalah ayam, bebek, menthog dan burung. Secara taksonomi zoology bangsa burung bisa digolongkan sebagai unggas, tetapi sampai saat ini yang tercantum dalam undang-undang pokok kehewanan, bangsa burung masih belum digolongkan ternak unggas. Di dalam undang-undang tersebut bahwa yang dimaksud sebagai unggas adalah ternak bersayap yang sudah lazim di pelihara oleh masyarakat. Tidak menutup kemungkinan bangsa burung masuk dalam jenis unggas karena burung secara taksonomi zoology juga termasuk ke dalam kelas Aves, selain itu burung juga mempunyai ciri-ciri seperti unggas.

Berdasarkan kemanfaatannya sebagai ternak produktif, ungas dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. Unggas Petelur
  2. Unggas Pedaging
  3. Unggas Dwiguna (Petelur dan Pedaging)
  4. Unggas Hias
  5. Unggas Petelur
Unggas petelur adalah unggas yang sangat baik dalam hal menghasilkan telur. Cotohnya adalah seperti:
  • Ayam
• Ayam Leghorn
Ayam Leghorn merupakan ayam petelur yang dapat menhasilkan telur yang banyak dan berkualitas.
Asal: Italia
Ciri-ciri: Bentuk tubuh ramping. Paruh, kulit, dan kaki berwarna kuning, bentuk jengger tunggal dengan 5 buah gerigi (comb rose). Ekor mencuat membentuk sudut 40°. Bobot ayam dewasa ♂ 2,7-2,9 kg dan ♀ 2,0-2,5 kg. Produksi 280-300 butir/ekor/tahun. Ayam ini tehan terhadap panas dan ccocok diternakkan di daerah tropis (Yuwanta, Tri. 2009).

• Ayam Arab
Asal: Belgia
Ayam arab termasuk ayam buras petelur. Bulu badannya tebal dengan warna bulu variasi dari leher sampai kepala putih sedikit bertotol-totol hitam. Sedangkan dari badan sampai ekor bertotol- hitam dengan garis-garis agak hitam.
Ciri-ciri: Tinggi ♂ 35 cm dan ♀ 25 cm. Berjengger gerigi tipis. Badan berbulu lebat. Tidak mempunyai sifat mengeram. Frekuensi bertelur sepanjang waktu. Mulai berproduksi pada umur 4,5-5,5 bulan. Produksi telur dapat mencapai 225 butir/ekor/tahun (Kholis. 2009).

• Ayam Australorp
Asal: Autralia
Ciri-ciri: Berat ♂ 3,6 kg dan ♀ 2,7 kg. Ukurannya termasuk dalam medium size. Kulitberwarna putih. Berbulu hitam. Mata berwarna gelap. Cangkang telur coklat. Produksi telur 364 butir/ekor/tahun.

• Lohman Brown
Berat tubuh strain Lohman brown pada umur 20 minggu sekitar 1,6-1,7kg dan pada akhir produksi sekitar 1,9-2,1kg. Strain ini cukup cepat mencapai dewasa kelamin, yaitu 50% produksi dicapai pada umur 140-150 hari. Produksi telur tinggi, yaitu sekitar 305 butir pertahun. Berat telur rata-rata 63,5-64,5g. Konsumsi pakan sampai umur 20 minggu sekitar 7,4-7,8kg dan pada saat produksi sekitar 110-120g/ekor/hari dengan konversi ransum sekitar 2,1-2,2kg/kg egg mass.

• CP 909
Bulu ayam strain CP909 berwarna coklat kemerahan. Berat tubuh saat awal produksi(50% HDP) sekitar 1.550g dan pada saat akhir produksi 1.900-2.050g. Produksi telurnya mencapai 300-305 butir pertahun. Berat telur sekitar 60g. Konsumsi ransum pada saat produksi 110-120 g/ekor/hari dengan konversi pakan 2,1-2,2kg pakan/kg eggmass.

• Soper Harco
Bulu super harco berwarna hitam dengan hiasan merah. Kulit telur berwarna coklat. Jengger, pial, dan kulit muka berwarna merah. Produksi telurnya tinggi, 300 butir pertahun. Telur berukuran besar dengan kulit yang tebal. Kuning telur berwarna merah teran. Pada saat berumur 1-7 hari, ayam jantan dan betina dapat dibedakan dari warna bulunya. Ayam jantan berwarna hitam dengan bintik putih dibagian kepala, sedangkan ayam betina berwarna hitam polos. Ayam jantan dewasa bulunya berwarna hitam bintik-bintik putih, sedangkan yang betina berwarna hitam kecoklatan.

• Babcock
Produksi telur strain babcock tinggi (300 butir/tahun). Telur berukuran besar dengan kulit yang tebal berwarna coklat. Kuning telur berwarna merah terang. Ayam jantan berwarna putih dengan noda merah, sedangkan ayam betina berwarna merah.

• Isa Brown
Produksi telur strain isa brown tinggi, yaitu 300butir/ tahun. Kulit telurnya berwarna coklat dengan ukuran besar, yaitu dapat mencapai berat sekitar 60g. Ayam betina dewasa dapat mencapai berat sekitar 2,3-3,0kg. Bulu ayam jantan berwarna merah dengan hiasan berwarna kuning, sedangkan ayam betina berwarna merah.

  • Itik
• Itik Indian Runner
Asal: Indonesia
Ciri-ciri: Kepala kecil, leher agak panjang. Paruh agak tipis dan pipih. Badan kuat, berbentuk bulat panjang, berdiri tegak lurus ke atas seperti botol bir. Warna tubuh bervariasi, kebanyakan berwarna coklat muda tetapi ada pula yang abu-abu, kehitaman, putih, kekuning-kuningan. Jarang yang berwana hitam sepenuhnya. Warna kaki kuning, hitam, atau kemerah-merahan. Berat rata-rata ♂ 2, 5 dan ♀ 2 kg. Produksi telur 200-250 butir/ekor/tahun. Dengan berat rata-rata 70 gram/butir (Nugroho. 1992).

Itik Jawa
Asal: Indonesia
Ciri-ciri: Tubuh dalam keadaan berdiri tegak tampak langsing dan menyerupai botol. Leher panjang, bulat kecil seperti rotan. Ukuran kepala dengan warna jernih. Paruh kuning tua/coklat menyerupai tanduk sapi. Kaki tegak. Warna bulu bermacam-macam (warna bulu yang jantan lebih gelap dari betina). Produksi telur 250-300 butir/ekor/tahun (Mahiyanto. 1996).

• Itik Alabio
Asal: Kalimantan, Indonesia
Ciri-ciri: Dalam posisi berdiri bentuk badan menyerupai botol. Jalannya agak membungkuk. Leher bulat agak pendek. Kepala tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil. Warna bulu kuning keabu-abuan, dengan ujung bulu-bulu pada sayap, dada, leher, dan kepala berwarna hitam. Kaki dan paruhnya berkulit dengan warna agak kekuningan. Suara penjantan lebih keras daripada betina. Produksi telur: 150-225 butir/ekor/atahun (Mahiyanto. 1996).

• Itik Khaki Campbell
Ciri-ciri: Leher sedikit panjang dan hampir tegak. Bulu berwarna khaki (seperti warna pakaian tentara Inggris/hansip). Produksi telur 280 butir/ekor/tahun.

• Itik Tegal
Itik tegal merupakan itik Indian runner dari jenis itik jawa (Anas javanivus). Dinamakan itik tegal karena berkembang dan banyak dipelihara di Tegal. Itik tegal ini tergolong sebagai itik tipe petelur produktif. Karakteristik itik tegal yakni berbadan langsing dengan postur tubuh tegak. Tinggi badannya antara 45-50 cm. Bulu kebanyakan berwarna merah tua atau coklat yang di Tegal di sebut sebagai warna “jarakan”. Akan tetapi, yang dinilai sangat produktif adalah itik tegal yang berbulu “branjangan”, yaitu warna bulu bertotol-totol cokelat. Selain itu ada juga yang berwarna putih bersih, putih kekuning-kuningan, abu-abu hitam, atau warna campurannya.

Itik ini tidak mempunyai sifat mengerami telurnya. Mempunyai daya tahan tinggi dan dapat berjalan jauh. Ciri khusus itik ini adalah tubuhnya tegal lurus menyerupai botol.

  • Puyuh
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil dan berkaki pendek. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979.

b. Unggas Pedaging
  • Ayam
• Ayam Cornish
Asal: Inggris
Ciri-ciri: berat tubuh jantan 4-4.5 kg, betina 3-3.5 kg. Badan relatife besar. Warna kulit, kaki, dan jari kuning. Badan tertutup bulu yang kompak dengan daging baik pada dada maupun paha. Bentuk tubuh besar dan dalam. Varietas: Dark Cornish, Silver Cornish, White Cornish, Bufff Cornish (Yuwanta. 2004).

• Ayam Orpington
Asal: inggris
Ciri-ciri: tubuh besar dengan bentuk panjang, dalam dan bulat. Daa penuh. Tulang pendek. Bulu longgar. Jengger single comb. Warna kulit putih. Telurnya kecil. Berat jantan 4,5 kg dan betina 3,6 kg. Jinak dan tidak agresif. Varietas yang terkenal dari jenis ini yaitu: Ayam Buff, White, Black, dan Blue Orpington (Agung. 2007).

• Ayam Trondol
Asal: Indonesia
Ciri-ciri: Pertumbuhan bulunya tidak sempurna. Ukuran tubuhnya sama dengan ayam Sumatra. Bobot 2-2.5 kg/ekor. Perkembangannya pesat. Nafsu makan besar. Cocok dipelihara sebagai ayam pedaging karena dalam 50-57 hari bobot tubuh mencapai1 kg (Wibowo. 1996).
Itik

• Itik Peking
Ciri-ciri: ulu berwarna putih. Kepala besar dan bundar. Paruh lebar, pendek dan ujungnya berwarna kuning/putih. Leher gemuk, pendek dan tegak Dada besar dan membusung. Kaki pendek berwarna kekuningan hingga oranye kemerahan. Kuku kakinya berwarna putih. Telur berwarna putih kotor. Standar berat badan dewasa ♂ 4,086 kg dan ♀ 3,632 kg; muda ♂ 3,632 kg dan ♀ 3,178 (Anonim 2, 2009)

• Itik Rouen
Ciri-ciri: Bulu berwarna variasi (putih hitam, coklat putih, dll). Buluitik jantan berwarna hijau kebiruan, agak abu-abu dan pada lehernya ada lingkaran bulu putih seperti cincin. Bulu itik betina berwarna coklat, coklat tua. Kulit telur berwarna kebiru-biruan, hampir putih. Paruh agak panjang, warna paruh bagian atas kuning kehijauan dan paruh bagian bawah berwarna hijau tua atau hitam kebiruan. Kaki pendek. Standar berat badan dewasa ♂ 4,086 kg kg dan ♀ 3, 178 kg; muda ♂ 3,632 dan ♀ 3,178 kg (Anonim 2. 2009).

• Itik Aylesbury
Ciri-ciri: Kepala besar. Leher panjang dan langsing. Paruh panjang dan lurus seperti warna daging. Tubuh hampir horizontal. Punggung mendatar. Kaki warna oranye mengkilat. Bulu berwarna putih. Standar berat badan dewasa ♂ 4,086 kg dan ♀ 3,632 kg; muda ♂ 3,632 kg dan ♀ 3,178 kg (Anonim 2. 2009).

• Cayuga
Ciri-ciri: Bulu wana hitam kehijauan. Paruh warna hitam. Kaki berwarna sangat hitam. Kulit telur warna hitam. Besar telur sama dengan telur ayam. Standar berat badan dewasa ♂ 3,632 kg dan ♀ 3,178 kg; muda ♂ 3,178 kg dan ♀ 2,275 kg (Anonim 2. 2009).

• Muscovy Duck (Anas moschata)
Dikenal dengan nama lain Pato (di brazilia), entok, itik manila.
Ciri-ciri: Kepala besar dan kasar. Ada bulu di atas kepala. Di atas pangkal paruh terdapat daging tumbuh. Kaki pendek. Sayap panjang dan kuat (untuk keperluan terbang). Bulu berwarna campuran, putih, biru. Dapat berdiri tegak bila diusik/di serang. Kedua bagian sebelah menyebelah dari kepala ditutupi caruncula berwarna merah terang (seperti kalkun) Standar berat badan dewasa ♂ 4,540 kg dan ♀ 3,178 kg; muda ♂ 3,632 dan ♀ 2,274 (Anonim 2. 2009).

• Angsa
Asal: Eropa, Canada, Australia, Tiongkok, Afrika
Ciri-ciri: Badan besar dan bulat. Berat badan dewasa sekitar 8 kg. Kedudukan badan hampir datar. Leher penjang (hampir dua kali panjang bedannya), kedudukan leher tegak. Warna paruh dan kaki umumnya merah kekuningan.
Warna bulu:
Angsa Eropa : Putih
Angsa Afrika : Variasi hitam, coklat dan putih
Angsa Tiongkok : Putih
Angsa Tiongkok : Putih
Angsa Australia : Hitam
Angsa Canada : Putih berpunggung coklat
Produksi telur rendah, type pedaging dan ternak hias (Nugroho. 1992).

  • Merpati
• Merpati Hummer King (The King)
Ciri-ciri:
Daging bagian dada tebal. Standar beat badan 742,82-857,10 gram (dewasa) dan 685,68-799,96 gram (muda). Pasangan merpati yang baik dapat menghasilkan 12-15 ekor merpati muda potong/tahun. Berat potong 457,12-685,68 gram. Varietas: biru, merah, kuning, dll. Juga penghasil telur yang cukup banyak (Anonim 2. 2009).

• Merpati Frech Mondain
Ciri-ciri: Warna putih (merpati potong). Tubuh besar, tebal, padat. Dada lebar, kompak membusung. Standar berat badan dewasa ♂ 28-32 ons dan ♀ 26-30 ons; muda ♂ 26-30 ons dan muda ♂ 26-30 ons dan ♀ 25-28 ons (Anonim 2. 2009).

• Merpati Swiss Mondain
Bansa burung merpati swiss Mondain dikembangkan di Amerika dan merupakan hasil persilangan berbagai bangsa merpati termasuk “The White Runt” dan dari “The Continental Mondains”. Namun titidak ada turunan dari bangsa merpati liar atau darah merpati murni atau alami.
Bangsa ini popular sebagai penghasil merpati muda potong dengan ciri-ciri: Berat minimum 32 ons (jantan dewasa), 30 ons (betina dewasa) 28 ons (remaja jantan dan betina). Berat maksimum tidak tercatat. Tubuh besar. Badan lebar. Badan lebih panjang dari burung merpati The King. Varietas: Putih (Anonim 2. 2009).

c. Unggas Dwiguna (Petelur dan Pedaging)
  • Ayam
• Ayam Sussex
Asal: Inggris
Ciri-ciri: Berat ♂ 4kg dan ♀ 3 kg. Kulit putih. Bentuk tubuh rectagular. Cangkang telurnya coklat. Sifatnya atraktif dan nafsu makannya baik.

• Ayam New Hampshire
Asal inggris
Ciri-ciri: Berat tubuh ♂ 3,6-3,8 kg dan ♀ 2,7-2,9 kg. Warna kulit kuning. Warna cangkang telurnya coklat. Bulu tumbuh cepat. Bulu lebih terang dibandingkan Rhode Island Red. Bulu utama coklat dengan bulu penutup ekor hitam dan ujung merah. Paruh berwarna merah tanduk. Shank dan kuku berwarna kemerah-merahan. Cepat dewasa, Telur besar. Kulit kuning. Jengger tunggal dengan lima gerigi. Ayam ini bila dikawinkan dengan ayam cornish akan menghasilkan ayam broiler (Agung. 2007).

• Ayam Rhode Island Red
Dikembangkan di Inggris
Hasil persilangan antara Red Malay Games dan Shanghai merah terus disilangkan dengan Brown Leghorn, Cornish, Wyandotte dan Brahma. Ciri-ciri: Bulu berawana merah coklat. Kerabang telur berwarna coklat. Cuping telinga berwarna merah, shank dan kuku berwarna kuning. Ekor dan sayap agak gelap. Berat jantan 4 kg, betina 2,5-3,o kg. Konsumsi pakan cukup tinggi (165 gram/ekor/hari). Varietas ayam Rhode Island Red (RIR) ini yang terkenal adalah Singgle Comb Rhode Island Red (SCRIR) (Agung. 2007).

• Ayam Nunukan
Adalah ayam lokal (buras) yang berkembang di pulau tarakan kalimantan Timur dan diduga berasal dari Cina. Ciri-ciri: Warna bulu merah cerah atau merah kekuningan. Bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna. Paruh dan kaki berwarna kuning atau putih kekuningan. Jengger dan pial merah cerah. Anak berumur 45 hari cenderung berbulu kapas. Berat badan ayam jantan dewasa 3,4-4,2 kg dan betina 1,6-1,9 kg. Produksi telur 120-130 butir per tahun dengan bobot 40-60 gr/butir.

• Ayam Sentul
Termasuk ayam buras. Asal: Ciamis, Jawa Barat.
Ciri-ciri: Baik jantan maupun betina warnanya didominasi warna abu-abu yang bervariasi (kehitaman, abu-abu tua, abu-abu muda). Jengger bervariasi, yaitu tunggal dan pea comb. Produksi telur 65 butir/ekor/12 minggu dengan bobot telur 40,1 per butir. Cocok dikembangkan untuk petelur dan pedaging (Sarwono. 2005).

• Ayam Sumatera
Ayam Sumatra merupakan ayam petelur dengan telur putih atau berwarna, tetapi dapat juga sebagai unggas pedaging.
Karakteristik ayam Sumatera yaitu: bulu hitam, berkilau kehijauan. Jengger kecil, pial tipis atau tak berpial, mata besar kecoklatan, kulit wajah berwarna kehitaman. Kaki hitam mengkilap, dan ayam jantan sering memiliki taji pada masing-masing kakinya. Kedua ayam jantan dan betina memiliki ekor yang panjang, tetapi pada yang jantan ekor lebih menarik panjang menjurai, gemerlap, melengkung, berujung tajam pada bulu ekor.

• Ayam Kedu
Ayam Kedu berasal dari Indonesia, merupakan salah satu jenis ayam local unggul yang telah diakui kehebatannya oleh peternak ayam. Karakteristik ayam ini antara lain lebih tahan terhadap beberapa penyakit, pertumbuhan cepat, produktivitas telur tinggi, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

• Ayam pelung
Ayam Pelung ditemukan pertama kali di desa Bunikasih, Jambu Dipa, Jawa Barat. Ayam Pelung banyak dipelihara sebagai unggas klangenan (hias) karena kokoknya merdu dan nyaring. Unggas yang merupakan salah satu plasma nutfah ternak Indonesia ini pada awalnya hanya dikenal dan berkembang di daerah Jawa Barat, namun kemudian telah berkembang ke seluruh pulau Jawa, dan bahkan di luar pulau Jawa. Bobot pejantan dewasa 3,5-5.5 kg, betina 2,5-3.5 kg Produksi telur 39 - 68 butir / periode. Bobot telur 40-70 gram/butir. Induk mulai bertelur umur 6 - 7 bulan Dengan pemeliharaan semi intensif maupun intensif pelung dapat dikembangbiakan sebagai ayam petelur dan pedaging. Ciri-ciri fisik ayam pelung, antara lain : warna bulu beragam, campuran warna hitam, merah dan kuning; warna kulit : kuning – pucat; bentuk tubuh ayam jantan bulat memanjang, sedangkan ayam betina lebih lonjong; bentuk kaki tegak dan agak panjang; jengger tebal, tegak, berwarna merah cerah, jengger tunggal pinggirnya bergerigi nyata; pada ayam betina jengger tidak berkembang dengan baik; wajah merah berisi.

Ayam Pelung mempunyai perdagingan yang tebal, serta perototan dengan ukuran lebih besar dibandingkan dengan ayam buras lainnya. Mempunyai kaki yang kokoh, sisik kaki lebih kasar dan taji yang kuat (pada jantan).Mempunyai suara yang merdu dan panjang serta bergelombang. Bila sedang berkokok, leher dilengkungkan ke bawah terkadang hingga menyentuh tanah. Mempunyai sifat dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah dengan ketinggian 500-1500 m di atas permukaan laut.
Perkembangan Berat Badan Ayam Pelung :
Umur 4 minggu 161 gram
Umur 8 minggu 370 gram
Umur 12 minggu669 gram
Umur 16 minggu1165 gram
Umur 20 minggu 668 gram
(C. Creswell dan B. Gunawan.1982)

Pemeliharaan ayam Pelung dengan kandang berbentuk postal. Ayam jantan yang sudah mulai bersuara dimasukkan ke dalam''ajeng'', yaitu kandang khusus yang diletakkan 2 meter di atas tanah. Hal ini dimaksudkan agar suaranya terdengar lebih jauh. Pemeliharaan ayam betina dan anak-anaknya dilakukan seperti halnya pemeliharaan ayam buras lainnya. Makanan khusus, diberikan pada ayam jantan yang telah bersuara baik. Sesekali diberikan makanan tambahan berupa cincangan anak katak hijau, cincangan belut, ikan-ikan kecil dan untuk mempermulus suaranya diberikan mentega dan pisang siam. Secara khusus ayam jantan yang bersuara baik, perlu diberikan perawatan khusus dengan memandikannya sekali seminggu.

• Ayam kampung
Ayam kampung berukuran kecil dan bentuknya agak ramping. Berat badannya mencapai 1,4 kg pada umur 4 bulan, dan produksi telurnya mencapai 135 butir/tahun. Jenis ini memiliki bulu warna putih, hitam, coklat, kuning kemerahan, kuning, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Ayam jantan memiliki jengger yang bergerigi dan berdiri tegak, serta berukuran agak besar. Pada ayam betina jenggernya kecil, tebal, tegak, dan berwarna merah cerah. Ayam jantan memiliki pial yang berukuran sedang dan berwarna merah cerah, sedangkan betina memiliki pial(gelambir) sangat kecil dan berwarna merah cerah. Warna kulit kuning pucat, muka merah, kaki agak panjang dan kuat. Jenis ayam kampung merupakan tipe ayam dwiguna, yaitu dapat diusahakan untuk pedaging ataupun petelur.


Daftar Pustaka
Agung, Septyadi. 2007. www.xeis-usept.blog.friendster.com. Diakses pada 16 November 2010
Anonim, 2009. Ayam, Bebek atau Menthog, Telur atau Daging?. www.natural-veterinary.blogspot.com/2009/03/laporan-tutorial-up-2-blok-2.html diakses pada 16 November 2010
Anonim 2, 2009. www.akademik.unhas.ac.id/ lms/inherent/Pengan tar%20Ilmu%20Peternakan/unggas/burung_merpati.html. Diakses pada 16 November 2010
Kholis, Syahrur. 2009. Ayam Arab dan Poncin Petelur Unggul. Jakarta: Agomedia
Listyowati. 1992. Puyuh Tata Laksana Budi Daya Secara Komersial. Jakarta: PS
Mahiyanto, Bambang.1996. Budidaya Bebek Darat. Surabaya: Gita Media Press
Nugroho, Wendharta. 1992. Beternak Itik Tegal Secara Populer. Semarang: Eka Offset
Riyadi, Slamet. 2009. Istilah dalam Bidang Perunggasan. www.slamet-riyadi03.blogspot.com/2009/05/istilah-dalam-bidang-perunggasan.html. Diakses pada 16 November 2010
Sarwono, B. 2005. Beternak Ayam Buras. Depok: Penebar Swadaya
Wibowo, Setyo. 1996. Petunjuk Berternak Ayam Buras. Surabaya: Gita Media Press
Yuwanta, Tri. 2004. Dasar Ternak Unggas. Yogyakarta: Kanisius

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© 2009 Diary Veteriner | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan